Ketua Mentri Malaka Mendapat Gelar Kehormatan Dari Uin Riau


Ketua Mentri Malaka Mendapat Gelar Kehormatan Dari Uin Riau-infocamps.blogspot.com

Senin(5/5)Ketua Mentri negeri Malaka Malaysia  Datuk Mohammad Ali Bin Mohammad Rustam mendapat gelar kehormatan di bidang politik islam oleh Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau di Islamic Center UIN Suska Riau. Gelar ini diberikan setelah beliau layak dan telah berjasa  dalam pengembangan masyarakat melayu di Indonesia dan Malaysia.

Dalam pidato ilmiahnya, Datuk Mohammad Ali merasa sangat terhormat mendapat gelar kehormatan ini dan dia merasakan hal ini pertama kali dalam hidupnya, dan dalam pidatonya beliau  juga menyampaikan pentingnya pelaksanaan siyasah syariah dalam pembinaan negeri.

Menurutnya, pelaksanaan siyasah syariah telah menunjukkan hasil yang memuaskan di segala aspek di negeri Malaka Malaysia, dan beliau berharap daerah-daerah melayu islam lainya mengikuti langkah yang telah berhasil memajukan negeri malaka yang dipemerintahinya.

“Pedoman siyasah syariah telah bisa memajukan negeri Melaka setanding dengan Negara-negara di Amerika dan Eropa”,tambahnya.

Selain itu, dalam pidato ilmiahnya beliau mengatakan pentingnya persatuan dan pendidikan dan ini menjadi kepedulian khusus dalam organisasi Dunia Melayu Dunia Islam yang sekarang diketuainya.

Di dalam konfrensi pers, Rektor Uin Suska Riau mengatakan Datuk Mohm. Ali telah berjasa dalam pengembangan masyarakat melayu antara Indonesia-Malaysia umumnya dan Riau-Malaka khususnya.

“Gelar ini diberikan karena jasa beliau sebagai presiden melayu islam dan jasa-jasanya dalam pengembangan dan memperkuat persatuan melayu Indonesia-Malaysia”,ujarnya.

Menurut Gubernur Riau HM.Rusli Zainal,Datuk Mohamad Ali telah berkomiten dalam membina hubungan yang baik antara dua daerah dan dua Negara betetangga.

“Membina dua daerah dan dua Negara yang berteangga itu sangat penting, karena kita akan selalu bertangga sampai kiamat”,ujarnya.

Ketika ditanya tentang masalah TKI, Jembatan Riau-Melaka dan konflik antara Indonesia-Malaysia.Datuk Mohammad Ali mengatakan bahwa itu bukanlah cerminan kedua Negara yang sebenarnya. Hal itu merupakan terlebih tindakan oknum-oknum perorangan di kedua Negara

“Kami sudah merasa seperti family dengan Indonesia, dan itu hanya tindakan sebagian oknum saja”,pungkasnya.

Dalam hal pembangunan jembatan Roro yang menghubungkan Riau dengan Melaka, beliau menambahkan ada beberapa masalah yang perlu dibenahi sebelum pembangunan tersebut dilaksanakan, terutama masalah pelabuhan Malaka yang saat ini masih dikuasai pihak swasta.

Acara pemberian gelar ini juga dihadiri pejabat-pejabat penting kedua Negara, turut hadir pula konsulat Malaysia di Pekanbaru, walikota dan bupati se provinsi Riau dan Mantan Gubernur Riau serta civitas akademika Uin Suska Riau.

infocamps.blogspot.com
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar