Budayawan Mandailing Tolak Klaim Malaysia

 Budayawan Mandailing Tolak Klaim Malaysia-Infocamps.blogspot.com

Upaya Malaysia memasukkan tari tor tor dan alat musik Gordang Sembilan ke Seksyien 69 Akta Warisan Kebangsaan 2005 mereka, mendapat kecaman dan penolakan keras dari masyarakat maupun budayawan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Provinsi Sumatera Utara.
 
Tarian adat dan alat musik sembilan gendang yang diklaim Malaysia sebagai warisan leluhurnya itu adalah tortor dan Gordang Sambilan milik suku Batak Angkola dan Mandailing, yang merupakan bagian dari daerah maupun budaya Tabagsel.

“Tortor dan Gordang Sambilan warisan leluhur kami sejak 500 tahun lalu. Kenapa Malaysia mau mengkalimnya? Padahal orang Mandailing saja pertama kali hijrah ke Malaysia sekitar 1835,” kata Ketua Lembaga Adat Kota Padangsidimpuan H. Salamat Saleh Baginda Tambangan Harahap, Senin (18/6).

Baginda merupakan budayawan Tabagsel yang berulang kali membawa rombongan kesenian Mandailing dan Angkola untuk tampil di Malaysia, sehingga dia sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan budayawan Malaysia.

Apalagi tahun 2000 rombongan kesenian yang dipimpinnya pernah tampil di hadapan Perdana Menteri Malaysia, Datuk Sri Mahatir Mohammad, yakni pada acara ulang tahun Gabungan Penulis Nasional (persatuan satrawan budaya Malaysia) di Pulau Langkawi.

Sementara klaim ini muncul dari adanya usulan Presiden Persatuan Halak Mandailing Malaysia, Ramli A.K Hasibuan, kepada Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan, Datuk Seri DR Rais Yatim untuk menjadikan tor tor dan Gordang Sembilan sebagai warisan leluhur milik negara tetangga itu.

Dalam sebuah wawancara lewat telepon dengan salah satu stasiun televisi swasta nasional, Senin (18/6) pagi, Ramli AK Hasibuan, mengaku dialah yang mengusulkan itu. Katanya, ini tidak perlu dikonsultasikan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.

“Sebagai anak keturunan asli Mandailing, saya rasa tidak ada penghalang bagi saya untuk meminta pemerintah Malaysia memproklamirkannya sebagai warisan adat budaya. Di sini ada 500 ribu lebih warga Mandailing, jadi saya rasa tidak perlu untuk berkonsultasi dengan KBRI,” katanya menjawab pertanyaan wartawan televisi.

Terkait pernyataan ini, secara terpisah Baginda Tambangan menyatakan tidak akan pernah menyetujui Tor tor dan Gordang Sambilan menjadi warisan budaya Malaysia. Tapi lain jika negara itu melestarikannya cukup sebagai seni budaya warisan Mandailing yang dipertunjukkan pada acara resmi atau pagelaran seni. 

sumber: waspada
infocamps.blogspot.com
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar